Tuesday, April 19, 2005

Hakikat Pendidikan

Apa sih hakikat pendidikan? Apakah tujuan yang hendak dicapai oleh institusi pendidikan?

Agak miris lihat kondisi saat ini. Institusi pendidikan tidak ubahnya seperi pencetak mesin ijazah. Agar laku, sebagian memberikan iming-iming : lulus cepat, status disetarakan, dapat ijazah, absen longgar, dsb. Apa yang bisa diharapkan dari pendidikan kering idealisme seperti itu. Ki hajar dewantoro mungkin bakal menangis lihat kondisi pendidikan saat ini. Bukan lagi bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa (seperti yang masih tertulis di UUD 43, bah!), tapi lebih mirip mesin usang yang mengeluarkan produk yang sulit diandalkan kualitasnya.

Pendidikan lebih diarahkan pada menyiapkan tenaga kerja "buruh" saat ini. Bukan lagi pemikir-pemikir handal yang siap menganalisa kondisi. Karena pola pikir "buruh" lah, segala macam hapalan dijejalkan kepada anak murid. Dan semuanya hanya demi satu kata : IJAZAH! ya, ijazah, ijazah, ijazah yang diperlukan untuk mencari pekerjaan. Sangat minim idealisme untuk mengubah kondisi bangsa yang morat-marit ini, sangat minim untuk mengajarkan filosofi kehidupan, dan sangat minim pula dalam mengajarkan moral.

Apa sebaiknya hakikat pendidikan? saya setuju dengan kata mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi, ini masih harus diterjemahkan lagi dalam tataran strategis/taktis. kata mencerdsakan kehidupan bangsa mempunyai 3 komponen arti yang sangat penting : (1) cerdas (2) hidup (3) bangsa.

(1) tentang cerdas
Cerdas itu berarti memiliki ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan real. Cerdas bukan berarti hapal seluruh mata pelajaran, tapi kemudian terbengong-bengong saat harus menciptakan solusi bagi kehidupan nyata. Cerdas bermakna kreatif dan inovatif. Cerdas berarti siap mengaplikasikan ilmunya.

(2) tentang hidup
Hidup itu adalah rahmat yang diberikan oleh Allah sekaligus ujian dari-Nya. Hidup itu memiliki filosofi untuk menghargai kehidupan dan melakukan hal-hal yang terbaik untuk kehidupan itu sendiri. Hidup itu berarti merenungi bahwa suatu hari kita akan mati, dan segala amalan kita akan dipertanggungjawabkan kepada-Nya. Patut dijadikan catatan, bahwa jasad yang hidup belum tentu memiliki ruh yang hidup. Bisa jadi, seseorang masih hidup tapi nurani kehidupannya sudah mati saat dengan snatainya dia menganiaya orang lain, melakukan tindak korupsi, bahkan saat dia membuang sampah sembarangan. Filosofi hidup ini sangat sarat akan makna individualisme yang artinya mengangkat kehidupan seseorang, memanusiakan seorang manusia, memberikannya makanan kehidupan berupa semangat, nilai moral dan tujuan hidup.

(3) tentang bangsa
Manusia selain sesosok individu, dia juga adalah makhluk sosial. Dia adalah komponen penting dari suatu organisme masyarakat. Sosok individu yang agung, tapi tidak mau menyumbangkan apa-apa apa-apa bagi masyarakatnya, bukanlah yang diajarkan agama maupun pendidikan. Setiap individu punya kewajiban untuk menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat, berusaha meningkatkan derajat kemuliaan masyarakat sekitarnya, dan juga berperan aktif dalam dinamika masyarakat. Siapakah masyarakat yang dimaksud disini? Saya setuju bahwa masyarakat yang dimaksud adalah identitas bangsa yang menjadi ciri suatu masyarakat. Era globalisasi memang mengaburkan nilai-nilai kebangsaan, karena segala sesuatunya terasa dekat. Saat terjadi perang Irak misalnya, seakan-akan kita bisa melihat Irak di dalam rumah. Tapi masalahnya, apakah kita mampu berperan aktif secara nyata untuk Irak (selain dengan doa ataupun aksi)? Peran aktif kita dituntut untuk masyarakat sekitar...dan siapakah masyarakat sekitar? tidak lain adalah individu sebangsa.

inilah sekelumit tulisan yang saya jadikan pokok pemikiran buat apa itu hakikat pendidikan sebenarnya.

23 Comments:

Blogger morisxf26irclinton said...

This comment has been removed by a blog administrator.

5:29 AM  
Anonymous rajab polpoke said...

bagiku hakikat pendidikan adalah mencipta maunsia yang se-utuhnya. utuh dalam semua sisi. ya otaknya, ya ruhnya, ya moralnya. ini yang hilang dari pendidikan kita saat ini. aku sepakat, pendidikan kita saat ini hanya menwarkan ijazah doang. tidak ada penawaran ilmu di situ. buktinya banyak sarjana tapi gak bisa ngapa-ngapain. banyak sarjana tapi mereka gak ngerti hakikat kesarjanaan mereka. kalo begitu aku mah usul biar pendidikan itu tidak usah diformalkan. artinya gak usah ada ijazah sebagai tanda kita sudah lulus sebuah jenjang pendidikan. sebab menurutku lulus pendidikan adalah ketika di mana kita mampu menyelsaikan problem2 kehidupan kita. itu saja!

mengapa negera harus mengklaim bahwa pendidikan harus dilalui lewat jenjang formal? justru inilah awal dari konflik di dunia pendidikan. spp mahal!buku2 mahal! dosen memperjualbelikan diktat dengan hrga dan gaya jual yang tak wajar, tak beli tak lulus. yayasan yang menaungi lembaga pendidikan diperebutkan oleh pengurusnya. peserta didik dicekoki dengan teori2 kapitalis, yang mencipta kesenjangan, yang menurut mereka tak perlu dihiraukan.
HARUS ADA REVOLUSI PARADIGMA BAGI PENDIDIKAN KITA!!!!!

7:29 AM  
Blogger sk said...

Makasih hakekat pendidikannya...


meet kenal ya
Maruti http://tentangmaruti.wordpress.com

1:12 AM  
Anonymous Anonymous said...

Makasih Hakekat pendidikannya... salam kenal ya...Maruti.solo

1:14 AM  
Blogger peacenresist said...

pendidikan hari ini tidak sesuai dengan pengertiannya sendiri "proses dealiktika manusia untuk mengembangakan akal pikirnya, menyelesaikan problem2 sosial dalam masyarakat dan menemukan hepotesa2 baru yang kontekstual terhadap perkembangan zaman

10:48 AM  
Anonymous resist said...

pendidikan hari ini tidak sesuai dengan pengertiannya sendiri "proses dealiktika manusia untuk mengembangakan akal pikirnya, menyelesaikan problem2 sosial dalam masyarakat dan menemukan hepotesa2 baru yang kontekstual terhadap perkembangan zaman

10:50 AM  
Blogger ari.ams said...

mohon izin sharing artikelnya (dengan merujuk penulis asli dan link asli tentunya)

10:35 PM  
Anonymous kang tian said...

memang pendidikan kita seakan semu tanpa nilai. seringkali banyak lulusan dari pendidikan saat ini hanya menguasi rumus-rumus, materi dsb tanpa memahami untuk apa dan harus bagaimana menggunakan ilmu tersebut. pendidikan seakan hanya memenuhi satu aspek dari manusia yaitu kognitifnya saja, tanpa melirik aspek lain yang juga sangat penting bagi pembentukan pribadi seseorang yaitu afektif dan psikomotorik.
oleh sebab itu, menurut saya reformasi memang harus dilakukan dari berbagai aspek pendidikan kita (paradigma, sistem, manajeman, tenaga pendidik dll).

12:36 AM  
Blogger Motekar Edupreneur said...

Kemanakah Hakikat Pendidikan?
Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan orang dewasa. Pendidikan juga berperan memanusiakan manusia, oleh karena itu pendidikan terjadi ditiga ranah, yaitu pendidikan dalam keluarga. Pendidikan ini merupakan peletak dasar karakter anak agar menjadi manusia yang tangguh dalam menghadapi tantangan hidup yang berbekal pendidikan moral, etika, dan norma kehidupan. Pendidikan formal yang diselenggerakan oleh lembaga merupakan yang merupakan proses pendidikan terencana dan terprogram untuk membekali manusia dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan Pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat atau lebih dikenal Pendidikan Nonformal (Pendidikan Luar Sekolah)lebih mengarah kepada kecakapan hidup.
Fenomena sekarang...masyarakat cenderung mengartikan pendidikan lebih kepada pengejaran sebuah legalitasnya (ijazah), sehingga berlomba-lomba berburu ijazah...masyarakat lebih senang mencari kerja daripada menciptakan pekerjaan, orang tua merasa bangga punya anak juara kelas atau ranking pertama, sekalipun perilaku anak tidak linear dengan hasil yang dicapai. Apakah pendidikan hanya menghasilkan atau mencetak manusia-manusia robot yang hanya menunggu perintah. Mengutip celoteh rekan saya: Seorang supir pejabat salah satu departemen dengan menggunakan Camry versi teranyarnya...sang supir bekerja dari pagi hingga petang...bahkan bisa sampai pagi lagi...sekali waktu sang majikan mencari supirnya, sampai mengerahkan seluruh anak buahnya di kantor untuk mencari supinya. Alhasil ditemukan sang supir sedang dikerubuni orang ditemukan dalam kondisi tergeletak pingsan. Sang supir digotong di bawa ke ruang security. Sang majikan cukup kaget mendengar berita supirnya pingsan, lalu menghampirinya:
Majikan: kamu kenapa...sakit?
Supir : geleng kepala.
Majikan: kamu cape?
supir : geleng kepala.
majikan:kamu lapar?
supir: mengangukan kepala.
Majikan: Kenaka kamu tidak makan?
Supir: belum ada perintah dari Bapa, jawabnya.
Majikan: Dasar manusia robot...sambil ngeloyor balik lagi ke ruang kerja sambil menyuruh bawahannya membeli nasi padang.
Karakter semacam itukah yang dihasilkan dari pendidikan?
Apa yang harus kita perbuat untuk memperbaikinya pada masyarakat "tidur" yang "mati sebelum mati"?

8:10 PM  
Blogger ardie said...

makasih info nya maas,, mapir juga ya k blog aku http://ardiekoleksi.blogspot.com/

5:26 PM  
Anonymous ino putro said...

hakikat pendidikan indonesia kini sudah berubah, , ,
orang hanya memandang pendidikan indonesia secara materialistik,,,

5:14 AM  
Blogger sriudin (Sahrudin & Sri Iriani) said...

Numpang Copy...www.s1pgsd.blogspot.com

10:10 PM  
Blogger sriudin (Sahrudin & Sri Iriani) said...

Copy artikel nxa...trim...www.s1pgsd.blogspot.com (sahrudin & Sri Iriani

10:11 PM  
Anonymous anak unmul said...

makasih artikelnya...buat nambah ilmu

11:56 PM  
Anonymous verry said...

makaish artikelnya, coba cek learningspedia.com untuk menambah ilmu kita.. tq

7:57 AM  
Anonymous kta said...

Tulisannya tajam, satu yang menjadi kprihatinan kita sebagai WNI, pendidikan disini hanya menjadikan/menciptakan buruh. saya sependapat dengan tulisan ini..

6:00 AM  
Anonymous ino putro said...

hakikat pendidikan di Indonesia

6:47 AM  
Anonymous sanuri said...

kemana hakikat pendidikan itu berada?
hakikat mengadung kata hak dan ikat hakikat penggabungan dari hak dan ikat sacara istilah hakikat adalah yang maha berhak yaitu (ALLAH)maka hakikatnya pendidikan itu adalah menggali apa yang diperintahkan oleh Allah serta senantiasa mencari akan kebesaranya dan selalu bersyukur atsa semua yang Allah berikan kepada kita maka untuk menemukan hakikat pendidikan di Indonesia kita kembalikan lagi pada alQuran sebagai ilmu dan pendidikan sepanjang hayat.

7:37 AM  
Anonymous PLSBersinergi said...

terima kasih tas infonya sangat bermanfaat. kunjungi juga blog saya di http://plsbersinergi.blogspot.com/

8:39 AM  
Anonymous Doni - Seputar Pendidikan said...

terimakasih infonya

8:53 PM  
Anonymous Anonymous said...

However, one can't roam around on the water without having a boat license. [url=http://louisvuittonhandbags.zohosites.com]cheap louis vuitton bags[/url] Tens of thousands of mature people have now enjoyed these extendedstay vacations on the Mediterranean Coast of Spain in fall and winter. [url=http://mulberryshop.zohosites.com]mulberry handbags outlet[/url] You can see that the Garden of Hope Courage becomes a reality, she said. Aprs avoir conomis pendant plusieurs mois, nous voulons aller sur un voyage de ski prendre nos esprits hors de notre doudoune moncler quotidienne. La Guine quatoriale.[url=http://karenmillenoutlet.zohosites.com]karen millen dresses uk[/url] Rwanda. [url=http://louisvuittonhandbags.zohosites.com]cheap louis vuitton handbags[/url] Les les Midway. "I just want to play football in the right way, but everything has to be done in the proper way. [url=http://karenmillenoutlet.zohosites.com]karen millen dresses outlet[/url] Vietnam. [url=http://mulberryshop.zohosites.com]mulberry handbags outlet[/url] Chili. [url=http://louisvuittonhandbags.zohosites.com]louis vuitton handbags[/url] What proccessors can go in a dell inspiron 1545? That relationship fell apart under the strain of pursuing pop stardom, but eternal optimist Wallace likes to look back at its best times.[url=http://lvoutletstores.zohosites.com]louis vuitton outlet[/url] Seriously, college credit for going to a Costa Rica Surf Camp! Soudan. [url=http://louisvuittonborse.zohosites.com]louis vuitton italia[/url] Danemark. [url=http://louisvuittonhandbags.zohosites.com]louis vuitton handbags[/url] Bilorussie. [url=http://lvcatalog.zohosites.com]ヴィトン 財布[/url] A corset is one of those items that just must fit properly. What's especially sad about this debate is that it is unnecessary.

6:54 AM  
Anonymous mebel jati jepara said...

Setuju dengan pak rajab polpolke...

waulaupun ane bukan dr dunia pendidik, namun ane juga seorang pendidik, pendidik untuk anak2ku kelak.. hee..

silahkan lihat lapak ane kursi teras minimalis

12:14 AM  
OpenID asuransipendidikankita said...

Ha..ha..ha... benar sekali mas..itulah hakikat pendidikan kita saat ini hanya untuk menghasilkan tenaga kuli. Itulah realitas yang kita hadapi saat ini walau miris kita mendengarnya

9:35 AM  

Post a Comment

<< Home